Thursday, November 16, 2017 0 komentar

Diseminasi peltihan NZ; semoga yang di Atas meridhoi


Instruksi Preseiden Republik Indonesia Nomor 9 TAhun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan dalam rangka peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia Indonesia mengandung amanat perlunya peningkatan kualitas dan jumlah sumber daya manusia (SDM) di Sekolah Menengah Kejuruan. Dengan Inprestersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menginstruksikan untuk meningkatkan jumlah dan kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan di SMK.
Berbagai upaya untuk meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan telah dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan yang antara lain meliputi program peningkatan kompetensi guru pembelajar, sertifikasi guru, program keahlian ganda serta berbagai pelatihan lain baik di dalam maupun di luar negeri.
Pengiriman guru untuk belajar di luar negeri dirasa penting, terutama untuk guru kejuruan mengingat perkembangan teknologi yang begitu pesat, sehingga guru Indonesia tidak ketinggalan dengan kemajuan teknologi. Selain itu, dengan belajar di luar negeri, guru-guru akan bisa memahami budaya serta nilai-nilai positif yang dianut di Negara maju yang diharapkan nantinya akan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta bisa ditularkan kepada peserta didik.
Berkaitan dengan hal tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan bekerjasama dengan Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri mengirimkan guru SMK untuk mengikuti pelatihan di Auckland, Selandia Baru. Bidang Pelatihan yang diikuti meliputi bidang pertanian, energy, pariwisata, industry kreatif, konstruksi dan kemaritiman.
Berikut kami lampirkan Presentasi Diseminasi yang (semoga) akan di paparkan pada beberapa waktu kedepan. Link
Read More..
0 komentar

ANDROSIP; MEDIA EDUKASI UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN PENTINGNYA ASI KEPADA PEKERJA PEREMPUAN PURBALINGGA

Data keberhasilan menyusui pada ibu bekerja di Indonesia belum ada, namun dari SDKI 2007 didapatkan data bahwa 95% balita di Indonesia pernah mendapatkan ASI, 44% bayi baru lahir mendapat ASI dalam 1 jam setelah lahir dan 62% bayi mendapat ASI pada hari pertama namun hanya 32% bayi yang mendapatkan ASI eksklusif sampai 6 bulan. Tingginya tingkat pendidikan ibu, lama bekerja kurang dari 20 jam sehari, adanya dukungan keluarga, adanya dukungan perusahaan dalam hal penyediaan tempat penitipan anak di tempat kerja, ruangan khusus untuk memerah ASI, adanya waktu istirahat yang cukup untuk memerah ASI serta ibu lebih sering menyusui saat tidak bekerja merupakan faktor pendukung keberhasilan pemberian ASI. Di sisi lain, perkembangan teknologi yang semakin pesat dewasa ini, memberikan berbagai macam kemudahan kepada manusia dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Salah satunya adalah perkembangan telepon ganggam yang kmemiliki kecenderungan naik.
Tujuan pembuatan karya tulis ini adalah untuk mengetahui unjuk kerja, keberlangsungan dan keunggulan produk. Karya tulis ilmiah ini ditulis secara deskriptif. Penulisan dimulai dari mengkaji data tentang perkembangan jumlah rendahnya kesadaran ASIP wanita pekerja Purbalingga yang salah satunya disebabkab kurangnnya pengetahuan dan kurangnya media pembelajaran alternatif di Indonesia. Selanjutnya membuat rumusan masalah, dilanjutkan dengan mengumpulkan teori-teori, selanjutnya menganalisis dan pembahasan.

Hasil dari karya tulis ini berupa  unjuk kerja aplikasi yang dapat menampilkan beberapa halaman. Halaman  tersebut  terdiri   intro,  menu, materi 1, materi 2, materi 3, materi bantuan, dan profil, serta halaman keluar.

Berikut Link untuk mengunduh aplikasi kami
Read More..
 
;